Life is change. Growth is optional. Choose wisely. (Karen Kaiser Clark, b. 1938)

Jumat, 15 Juli 2011

PULAU SEMPU














Yach ...... batal deh :( , begitulah yang terucap ketika semua usaha gagal. But ..... don't worry, many ways to be on holiday fun. Sebetulnya rencana awal akan berlibur di pulau Karimunjawa Jepara Jawa Tengah. Konon menurut data-data yang telah kami kumpulkan, disana pemandangannya so amazing and we can swim with many shark #_# !!! Wow ... very scary ...

Rute perjalananpun sudah kami rencanakan, dari rumah menuju stasiun kereta api ke Semarang. Tiba disana sudah ada pakdenya anak-anak yang menjemput untuk selanjutnya menuju Jepara by car ke pelabuhan dilanjutkan dengan Feri menuju Karimunjawa. Scedul tsb harus on time because nggak setiap jam dan hari ada penyeberangan dengan Fery Jepara-Karimun. Kalaupun kita memaksa bisa juga dengan perahu nelayan tapi ....... siap-siap dengan ombak yang besar (not recommended), terlalu riskan apalagi bawa anak-anak. Rencana memang sudah diatur ...... tapi, whewhh ..... ketinggalan kereta .... terkena macet saat menuju gambir :( ... g a g a l ke Karimunjawa. Agar tak terlalu kecewa kita ubah rencana, setelah berdiskusi kita tetapkan tujuan ke Pulau Sempu Malang, nggak jauh beda yang penting ada suasana lautnya. Dan kita putuskan Camping ......... back to Nature, berpetualang.

Malam itu juga, sekitar pukul 22.00 wib kita cari tiket pesawat ke Malang, karena musim libur harga tiket JKT - MLG meroket, kitapun pilih rute Jkt - Surabaya, stlh itu kita teruskan dengan travel ke Malang. Dari Malang kita menuju Turen-Sumbermanjing- Sendang biru. Di Sendang Biru kita minta ijin ke Badan Konservasi alam, karena pulau sempu termasuk pulau yang dilindungi jadi untuk masuk kesana kita ijin dulu. Untuk menyeberang ke pulau ini hanya membutuhkan waktu 15 menit dengan perahu yang harga sewanya 100 ribu dan dibayar didepan, untuk pemandu kita beri 200 ribu karena selain memandu jalan saat melewati hutan agar tidak tersesat juga memnbantu membawa sebagian barang bawaan kita (karena camping...... menginap jadi perbekalan lumayan banyak).

Tujuan camping di segara anakan, dan untuk mencapainya harus melintasi hutan dengan medan yang lumayan berat karena harus melewati jalan air, banyak akar2 pohon dan hati2 dengan jalan yang licin bila ada hujan juga beberapa batu karang dan patahan pohon. Hutan ini dihuni banyak monyet selain itu babi hutan, burung, ular. Saking sunyinya suara hutan terdengar jelas, suara daun jatuh, ranting terinjak, desiran angin diselingi dengan suara penghuninya a.l monyet, burung dll. Karena sinar matahari terhalang rimbunnya hutan menjadikan suasananya rindang dan sejuk.

Setelah 1 jam mulailah terdengar suara pantai dan setelah 1/2 jam terlihatlah pantainya. kita sudah mulai senang tapi perjalanan belum usai karena masih harus melewati jalan setapak yang berbatasan dengan tebing karang .... hii...... ngeri !!!. dan setelahnya ohhh..... very amazing.... beautiful ........ sampailah di segara anakan, rasa capai tergantikan dengan rasa takjub dengan pemandangannya yang sangat indah ....... Subhanalloh.
Istirahat sebentar, minum air dan mulailah mendirikan tenda. Hap ... hap ..... hap ........ semangat.... semangat.

Oh ya ada pesan, jangan sampai meninggalkan tenda tanpa ditunggui seorangpun karena bila tenda kosong turunlah kawanan monyet mengobrak-abrik tenda untuk mengambil apa aja yang ada terutama makanan.





Sabtu, 04 Juni 2011

BUDAYA BETAWI


Jakarta tak bisa dipisahkan dari budaya betawi dan salah satunya adalah Palang Pintu.

Beruntung sekali pas aku datang ke acara ini, pas lagi mulai digelar upacara PALANG PINTU, jadi bisa menyaksikan upacara ini. Dan yang lebih menggembirakan saya bertemu dengan pak Taufiq Abdullah, ketua sanggar SIRIH DARE, yang lagi menggelar acara palang pintu saat itu jadi kami (aku dan anakku) diberi kesempatam berfoto bersama anggota sanggar di acara tsb juga dapat makan prasmanan gratis .... ehm mantap, terima kasih pak Taufiq juga pak Mustofa dari FORKABI yang telah banyak bercerita mengenai adat Palang Pintu.

Didalam Festival Palang Pintu ini bisa kita jumpai adat budaya betawi dari keseniannya, makanannya dll. Palang pintu merupakan salah satu budaya betawi saat upacara pernikahan. Momen ini dianggap penting karena merupakan simbol bahwa seorang suami harus mampu melindungi dan membimbing dalam keluarga. Dalam acara ini arak-arakan pengantin pria dengan rombongan kerabatnya diiringi pemain rebana ketimpring dan seserahan yang a.l : hasil bumi, sayur mayur, uang, pakaian dsb (artinya calon suami siap memberikan nafkah pada istri), dodol ketan (agar pertalian persaudaraan antar keduanya selalu erat/lengket), roti buaya (lambang kesetiaan).
setelah tiba didepan pengantin wanita, mulailah dialog adu pantun, diawali dengan salam-salaman, saling sapa dengan sopan, tapi lambat laun suasana dialog semakin memanas dan diteruskan dengan adu jurus yang tentunya dimenangkan pihak calon pengantin pria. Setelah itu pihak pengantin wanita meminta kebolehan mengaji pihak pengantin pria, yang pasti permintaan itu bisa dipenuhi. Karena semua syarat sudah terpenuhi jadilah calon pengantin pria diterima.

Disini kita bisa jumpai makanan khas betawi, kerak telur (pizza betawi), soto mi, dodol betawi, soto kambing, juga dolanan tradisional anak-anak.
























Jumat, 03 Juni 2011

HALF - CENTURY

Kemarin, usiaku genap 49 tahun, nyaris setengah abad.
Kata orang sudah mulai renta, uban banyak menghiasi kepala, mata mulai buram, tenaga nggak setegar dulu .... ya artinya fisik mulai menurun.
Itu fisik, tapi aku berharap tidak demikian dengan semangat dalam menapaki sisa umur ini. aku sadar telah banyak kenangan indah , segala karuniah, rahmat dan kebahagiaan yang tak dapat dihitung yang telah Allah SWT berikan padaku ..... Alhamdulillah ya Allah ... ya Rob .... jadikanlah aku sebagai hambamu yang selalu bisa bersyukur. Maafkan aku yang sering sekali lupa bahwa Engkaulah pemilik usia ini, untuk itu aku mohon, dekaplah aku selalu dalam dekapan kasih sayangMU, lindungilah ..... bimbing dan selalu beri petunjuk buatku agar dalam menjalani hidup ini selalu ada pelangi terindah di hatiku dan yang terpenting selamat sampai batas waktu yang telah Engkau tentukan, amiin.

Rabu, 02 Februari 2011

DIENG PLATEAU (Dataran Tinggi Dieng)

By car .... kita jelajahi Dataran Tinggi Dieng


Menyediakan Purwaceng (minuman khas Dieng)


Menanti sang mentari datang








Carica, buah yang banyak terdapat di Dieng




Sumur Jolotundo



Candi Dieng



Menikmati Flying Fox diatas talaga Warna


Talaga Warna


Siapa yang pengen jagung ???

Food courtnya Dieng

Gas bumi

Gas bumi

Kawah Sikidang

Gelembung-gelembung lumpur panas


Rambut gimbal

Pupuk untuk lahan pertanian di Dieng


Kentang, komoditas pertanian utama di Dieng




Penginapan / homstay, luas, cukup nyaman dan bersih.
Ruangan besar(dlm foto), + 2 kamar tidur + 1 kamar mandi.
Di depan ruangan ini ada musholah kecil.
Cukup untuk sekeluarga (bertujuh/our family)


anginnya kencang

Mungkin ini fosil kaki raksasa (bercanda ..... ???!!)


Hamparan lumut

Bye .... Bye ..... sampai ketemu di jalan-jalan selanjutnya.